Belajar C++ khususnya tentang perintah IF membutuhkan logika
atau pemikiran yang teliti dari seorang programmer sebelum menuliskan baris per
baris kode program untuk menyelesaikan masalah yang ada. Perintah IF biasanya
merupakan perintah pertama yang dipelajari setelah mengenal syntax-syntax dasar
bahasa pemrograman, mengenal tipe data, konstanta, variable, mengenal operator
dan lain-lain.
Contoh program C++ tentang operator aritmatika bisa dilihat pada posting blog kang asep sule sebelumnya yaitu contoh program C++ menghitung luas segitiga, hitung luas bujur sangkar, dan hitung luas persegi panjang.
Kembali ke IF dalam C++. Perintah atau pernyataan IF mengandung arti :
Contoh program C++ tentang operator aritmatika bisa dilihat pada posting blog kang asep sule sebelumnya yaitu contoh program C++ menghitung luas segitiga, hitung luas bujur sangkar, dan hitung luas persegi panjang.
Kembali ke IF dalam C++. Perintah atau pernyataan IF mengandung arti :
Jika kondisi bernilai benar, maka perintah akan
dikerjakan.
Jika kondisi bernilai salah, maka perintah tidak akan dilaksanakan
Jika kondisi bernilai salah, maka perintah tidak akan dilaksanakan
Dari
arti IF tersebut bila digambarkan dalam diagram alir (flowchart) seperti
berikut ini :
PERNYATAAN IF-ELSE
Pernyataan Percabangan If-Else digunakan untuk memecahkan
persoalan untuk mengambil suatu keputusan diantara sekian pernyataan yang ada.
Untuk keperluan pengambilan keputusan, Borland C++ menyediakan beberapa
perintah antara lain:
1. Pernyataan If-Else
Bentuk umum dari pernyataan If-Else
if(kondisi)
{
statement 1;
}
else
{
statement 2;
}
Ket :
1. Pernyataan If-Else
Bentuk umum dari pernyataan If-Else
if(kondisi)
{
statement 1;
}
else
{
statement 2;
}
Ket :
1.
Kondisi adalah
pernyataan relasi yang akan diuji kebenarannya. Kondisi bisa berbentuk
pernyataan relasi tunggal maupun pernyataan relasi majemuk yang dihunbungkan
dengan operator logika.
2.
Statement adalah
satu atau lebih perintah yang akan dikerjakan jika kondisi bernilai
benar.
Kesimpulan:
Pernyataan if mempunyai pengertian, "Jika kondisi bernilai benar, maka statement 1 akan dikerjakan dan jika tidak memenuhi syarat maka akan mengerjakan statement 2".
2. Pernyataan If-Else Multi Kondisi
Kondisi yang diperiksa di dalam perintah if bisa berupa kumpulan operasi yang dihubungkan dengan satu atau lebih operator logika.
Bentuk umum If-Else Multi Kondisi.
if(kondisi1 &&/|| kondisi2 .......dst)
{
statement;
}
.....dst
Ket:
Pernyataan if mempunyai pengertian, "Jika kondisi bernilai benar, maka statement 1 akan dikerjakan dan jika tidak memenuhi syarat maka akan mengerjakan statement 2".
2. Pernyataan If-Else Multi Kondisi
Kondisi yang diperiksa di dalam perintah if bisa berupa kumpulan operasi yang dihubungkan dengan satu atau lebih operator logika.
Bentuk umum If-Else Multi Kondisi.
if(kondisi1 &&/|| kondisi2 .......dst)
{
statement;
}
.....dst
Ket:
1.
Kondisi 1, kondisi
2, dst adalah beberapa pernyataan relasi yang akan diuji kebenarannya.
Hasil akhir dari seluruh kondisi inilah yang akan menentukan apakah blok statement
akan dikerjaka atau tidak.
2.
Operator "&&"
digunakan untuk menghubungkan dua relasi dengan logika AND. Hasil akhir
akan bernilai benar apabila kedua kondisi benar. Dan bernilai salah
apabila kedua kondisi atau salah satu kondisi bernilai salah.
3.
Operator "||"
digunakan untuk menghubungkan dua relasi dengan logika OR. Hasil akhir
akan bernilai benar apabila kedua kondisi benar atau salah
satunya benar. Dan bernilai salah apabila kedua kondisi bernilai salah.
Untuk contoh
programnya, silahkan lihat di sini!
3. Pernyataan Nested If-Else
Percabangan If-Else secara Nested merupakan sebuah struktur percabangan bisa saja berada di dalam struktur percabangan yang lain, demikian terus tanpa batas, disesuaikan dengan persoalan yang dihadapi. Diproses atau tidaknya percabangan yang berada di bagian dalam ditentukan oleh diproses-tidaknya percabangan bagian luar.
Nested if merupakan pernyataan if berada didalam pernyataan if yang lainnya. Bentuk penulisan pernyataan Nested if adalah :
if(kondisi 1)
{
if(kondisi 1-1)
{
statement 1.1;
}
else
{
statement 1.2;
}
}
else
{
if(kondisi 2-1)
{
statement 2.1;
}
else
{
statement 2.2;
}
}
Kesimpulan:
Pernyatan Nested If-Else memiliki pengertian,
3. Pernyataan Nested If-Else
Percabangan If-Else secara Nested merupakan sebuah struktur percabangan bisa saja berada di dalam struktur percabangan yang lain, demikian terus tanpa batas, disesuaikan dengan persoalan yang dihadapi. Diproses atau tidaknya percabangan yang berada di bagian dalam ditentukan oleh diproses-tidaknya percabangan bagian luar.
Nested if merupakan pernyataan if berada didalam pernyataan if yang lainnya. Bentuk penulisan pernyataan Nested if adalah :
if(kondisi 1)
{
if(kondisi 1-1)
{
statement 1.1;
}
else
{
statement 1.2;
}
}
else
{
if(kondisi 2-1)
{
statement 2.1;
}
else
{
statement 2.2;
}
}
Kesimpulan:
Pernyatan Nested If-Else memiliki pengertian,
1.
"Jika kondisi 1
bernilai benar, dan jika kondisi 1-1 bernilai benar, maka akan
mengerjakan statement 1.1" Apabila kondisi 1-1 bernilai salah, maka
akan mengerjakan statement 1.2".
2.
"Jika kondisi 1
bernilai salah, dan jika kondisi 2-1 bernilai benar, maka akan
mengerjakan statement 2.1" Apabila kondisi 2-1 bernilai salah, maka
akan mengerjakan statement 2.2".
Pernyataan switch-case
Penyataan percabangan kedua yang dimiliki Java adalah switch. Pernyataan switch lebih jarang digunakan, tetapi sering bermanfaat apabila kita ingin menuliskan percabangan multi arah.
Di sini pernyataan switch akan mencari nilai ekspresi yang sesuai dengan nilai-nilai yang didaftarkan pada pernyataan case. Jika salah satu nilai ditemui, maka program akan melompat ke cabang case tersebut dan melakukan perintah yang terdapat di sana. Jika tidak ditemui, maka program akan melompat ke perintah yang terdapat pada pernyataan default.
Catatan ekspresi hanya bisa berbentuk nilai bilangan bulat (int, short, dan sejenisnya) atau karakter, sehingga kita tidak bisa menggunakan switch untuk mengevaluasi ekspresi yang berbentuk String.
Pernyataan break di atas sebetulnya tidak harus selalu ada. Tetapi, perintah break di sini memerintahkan komputer agar segera keluar dari blok switch apabila perintah tersebut telah selesai dilaksanakan.
Apabila perintah break tidak diberikan, maka program akan terus mengeksekusi perintah lain meskipun sudah berada di luar nilai yang tertera dalam pernyataan casenya.

No comments:
Post a Comment